Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Peran Game dalam Mengembangkan Kecerdasan Otak Anak-anak di Masa Pertumbuhan

Salah satu cara dalam mengasuh anak-anak usia di atas lima tahun adalah jangan melarang tetapi memperhatikan, termasuk bermain permainan di HP, console, ataupun komputer. Tugas Anda sebagai orangtua hanya perlu membatasi sehingga tidak akan terjadi ketagihan, karena pada dasarnya baik untuk melatih kecerdasan.

Beberapa Peran Game dalam Mengembangkan Kecerdasan Otak Anak-anak

Tanpa disadari pada dasarnya beberapa permainan mempunyai tema yang menuntut pemainnya menyelesaikan beberapa misi dan tentunya dengan menggunakan strategi. Disinilah kecerdasan pemain dibutuhkan, sama halnya ketika anak-anak memainkannya dan berikut peran-perna game di dalamnya.

1. Memberikan Pelajaran cara Menyelesaikan Masalah yang Benar

Source : amazonaws.com
Source : amazonaws.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jenis-jenis permainan berbeda-beda, namun pastinya di dalamnya selalu diberikan sebuah misi penyelesaian. Baik berbentuk level ataupun rintangan lainnya pemain akan dihadapkan pada permasalah berbeda-beda, dan disinilah proses pengembangannya mulai berjalan.

Secara tidak sadar, ketika mereka memainkannya otak sudah terbiasa diberikan sebuah tantangan dalam menyelesaikan masalah yang benar. Dengan belajar dari situlah, anak-anak tersebut akan tumbuh menjadi dewasa saat menyelesaikan masalah secara benar baik di sekolah maupun di rumah bersama teman-temannya.

2. Melatih Otak dalam Menyusun Strategi Terbaik di Sebuah Misi

Source : suara.com
Source : suara.com

Dalam penyelesaian masalah di atas, pemain diharuskan mempunyai strategi. Hal tersebut tidak hanya ada pada permainan-permainan petualangan dan RPG saja tetapi semudah Candy Crush pemainnya juga membutuhkannya. Semakin tinggi levelnya kesulitan yang akan dihadapi juga makin sulit sehingga menguras otak.

Meskipun menguras otak, anak-anak tetap enjoy memainkannya dan disinilah menjadi alasan mengapa mereka akan dilatih dalam menyusun strategi. Saat berada di dunia nyata tanpa di sadari otaknya sudah terlatih disebuah misi permainannya sehingga sangat mudah membuat strategi termasuk menyelesaikan persoalan pelajaran.

3. Mencari Jalan Keluar Terbaik ketika Terjebak di Sebuah Rintangan

Source : rri.co.id
Source : rri.co.id

Mencari jalan keluar terbaik menjadi salah satu syarat ketika memainkan sebuah permainan, tidak hanya anak-anak tetapi semua pemainnya. Hal tersebut secara tidak langsung mengajarkannya mencari penyelesaian masalah dengan menggunakan alternatif lain sehingga menghasilkan strategi serta ide-ide cemerlang lainnya.

Selain itu, ketika otak mereka sudah terbiasa dengan pencarian jalan keluar yang mudah, kecerdasannya akan meningkat. Lalu saat menemukan kesulitan dalam menyelesaikan sebuah soal pelajaran, karena sudah terbiasa otaknya merespon secara cepat untuk mencari jalan-jalan alternatif lainnya. Make sense.

4. Mendewasakan Pemikirannya untuk Mandiri dalam Berpikir

Source : popmama.com
Source : popmama.com

Pemain anak-anak dan dewasa dalam memainkan sebuah game sangat berbeda terutama pada karakter cara berpikirnya. Ketika seorang anak sudah masuk ke dalam ranah permainan, mau tidak mau dia harus selalu bisa berpikir keras bagaimana bisa menjadi pemenang mengingat biasanya mereka pantang menyerah.

Melalui hal tersebut lah secara tidak sadar, sudah membentuk pendewasaan cara pemikirannya untuk lebih mandiri berpikir sendiri tanpa meminta bantuan jika masih bisa bertahan. Semua itu bisa dilakukan karena terbiasa melakukannya, sama seperti melatih kecerdasan melalui permainan atau game sehari-harinya.

5. Sebagai Bahan Merilekskan Otak dari Ilmu Akademik

Source : klikdokter.com
Source : klikdokter.com

Pada dasarnya tidak hanya orang dewasa saja yang membutuhkan menenangkan atau merilekskan otak dari kegiatan sehari-hari, anak-anak juga membutuhkannya. Bayangkan saja mereka diberikan pelajaran secara berturut-turut dan diharuskan mampu memahami setiap pelajarannya, terdengar sangat melelahkan bukan?

Oleh sebab itulah sudah selayaknya mereka juga membutuhkan penenangan otak dari ilmu akademik melalui game. Jangang melarang cukup perhatikan serta dibatasi agar tidak kecanduan, selebihnya biarkan otaknya dilatih melakukan hal-hal di atas yang sudah disebutkan. Game tidak sepenuhnya buruk ya mom.

6. Mengajarkan Bertahan dan Pantang Menyerah sebelum Menang

Source : idntimes.com
Source : idntimes.com

Sudah sedikit dijelaskan bahwa anak-anak cenderung sulit menyerah jika belum mengalami kesulitan yang benar-benar tidak bisa dipecahkan. Oleh karena itulah ketika memainkan permainan otak mereka dilatih cara bertahan sehingga tetap pantang menyerah sebelum memenangkan game tersebut.

Hal ini tentu akan berguna di dunia nyata karena pada akhirnya otaknya sudah terbiasa dengan afirmasi pantang menyerah sehingga tidak mau kalah sebelum berjuang. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya membiarkan mereka tetap bermain menggunakan batasan.

Game atau permainan tidak sepenuhnya merupakan hal buruk jika sebagai orangtua Anda masih bisa mengontrolnya ketika menggunakannya. Biarkan masa kecilnya dihabiskan karena perannya pun terlihat jelas pada poin-poin di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik