Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Membeli Bahan Bakar Menggunakan Aplikasi, Apakah akan Efektif dan Efisien pada Masyarakat?

Beberapa hari yang lalu Pertamina perusahaan BUMN bahan bakar ternama di Indonesia baru saja mengumumkan tentang penggunaan aplikasi MyPertamina untuk melakukan transaksi pembelian bensin pertalite. Diharapkan juga masyarakat melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum mulai menggunakannya. Lalu apakah hal tersebut akan efisien dan efektif mengingat belum semua masyarakat bisa menggunakan digitalisasi?

Poin Terkait Pembahasan Membeli Bahan Bakar Menggunakan Aplikasi

Jika ditanyakan efisien dan efektif atau tidak jawabannya tergantung masing-masing masyarakat. Seperti sudah disinggung bahwa sebenarnya belum semua dari mereka bisa menggunakan digitalisme, sedangkan setiap warga membutuhkan bahan bakar. Oleh sebab itu bisa terlihat sepertinya belum efisien, yuk membahasnya lebih dalam melalui beberapa poin berikut ini.

1. Semua Masyarakat Belum Bisa Menggunakannya secara Maksimal

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Meskipun kemajuan teknologi telah menguasai dunia dan masyarakatnya tetapi ternyata belum semua dari mereka bisa menggunakannya secara maksimal. Hal tersebut akhirnya digaris bawahi, bagaiman nasibnya ketika nantinya pembelian bensi diharuskan menggunakan aplikasi? Melihat permasalahan tersebut tentu saja penerapan aturan tersebut kurang efektif dan efisien.

Oleh sebab itu sebaiknya dipikirkan lagi, meskipun sebenarnya cara ini adalah taktik perusahaan untuk menyuruh konsumen beralih ke pertamax. Dengan masyarakat yang enggan melakukan registrasi dan sebagainya, tentunya akan lebih memilih pertamax sehingga tidak perlu menggunakan aplikasi karena sudah jelas bahan bakar non subsidi sehingga direkomendasikan.

2. Setiap Masyarakat di setiap Sudut Indonesia Membutuhkan Bahan Bakar

Source : sindonews.net
Source : sindonews.net

Pada dasarnya setiap masyarakat Indonesia membutuhkan bahan bakar, tetapi mengapa pihak perushaan harus mempersulitnya? Pengumuman terkait penggunaan aplikasi setiap pembelian tentu menimbulkan pertanyaan tersebut. Mengingat belum semua masyarakat dapat menggunakannya, padahal mereka tanpa terkecuali membutuhkan bahan bakar pertalite.

Selain untuk ikut euphoria perkembangan teknologi, Pertamina sepertinya memang sedang uji coba aplikasi barunya. Selain itu sebagai startegi marketing, agar pertamax menjadi pilihan masyarakat tanpa ada pemaksaan. Hal tersebut memang benar, tetapi tidak semua warga Indonesia mampu membelinya sehingga lebih baik dipikirkan lagi terkait peraturan tersebut.

3. Larangan Menggunakan Ponsel di Pom Bensin dipertanyakan Lagi

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Cara pembayaran cashless dan menunjukkan bukti sudah teregistrasi di dalam aplikasi, tentunya menimbulkan pertanyaan terkait larangan menggunakan ponsel di stasiun pengisian bensin. Mengingat hal ini sangat dianjurkan untuk tidak dilakukan ketika berada disana, lalu dengan menetapkan peraturan tersebut tentunya larangan itu dipertanyakan lagi.

Mengingat cara pembayaran dan menunjukkan daftar registrasi melalui ponsel yang terkoneksikan sinyal juga internet. Hal tersebut pada akhirnya menjadi perhatian khusus, mengingat selama ini penggunaan ponsel dilarang bahkan dampaknya bisa meledak. Oleh sebab itulah masyarakat mencoba mempertanyakan kembali terkait larangannya itu.

4. Upaya Pertamina dalam Membatasi Penggunaan Bahan Bakar Pertalite

Source : pertamina.com
Source : pertamina.com

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahwa peraturan tersebut hadir sebagai upaya tersembunyi dari Pertamina dalam membatasi penggunaan bahan bakar pertalite. Hal serupa tidak hanya sekali dua kali dilakukan, dulu dari premiun ke pertalite perusahaan tersebut juga menerapkan peraturan agar konsumennya berhenti menggunakan premium beralih ke pertalite.

Meskipun tidak secara langsung diberitahukan oleh Pertamina, tetapi hal tersebut sudah menjadi tradisi sehingga wajar jika masyarakat sudah tahu strateginya. Terlepas benar atau tidaknya, hal ini hanya spekulasi belaka sehingga jangan langsung dijadikan sebagai informasi penting dan membenarkannya.

5. Strategi Marketing yang sangat Hebat dan Terukur kedepannya

Source : otomotifnet.gridoto.com
Source : otomotifnet.gridoto.com

Sebenarnya jika melihat dari cara Pertamina mengatur konsumennya, strategi uji coba aplikasi menjadi cara marketing terbaik dan terukur kedepannya. Oleh sebab itu tidak heran jika sebenarnya banyak juga dari masyarakat yang merasa diberatkan karena memang biasanya selain memasarkan penggunaan aplikasi terbarunya, Pertamina mencoba ikut trend teknologi sekaligus memasarkan pertamax.

6. Tidak Semua Masyarakat Sudah Menggunakan Ponsel Pintar

Source : niaga.asia
Source : niaga.asia

Permasalahan lainnya adalah tidak semua masyarakat sudah menggunakan ponsel pintar, sedangkan setiap dari mereka membutuhkan bahan bakar. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Oleh sebab itulah penggunaan aplikasi ini untuk sekarang mungkin terlihat belum efisien dan efektif mengingat belum semuanya menggunakan ponsel pintar.

Jika membahas efektif dan efisiensinya penerapan peraturan membeli bensin menggunakan aplikasi tersebut, belum bisa disimpulkan karena mulai diberlakukan 1 Juli 2022. Poin di atas hanya pembahasan ringan serta kemungkinan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik