Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengulas Sedikit tentang Kerugian Membeli Gadget dengan Cara Kredit untuk Masyarakat

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini semua akses akan dipermudah oleh teknologi termasuk kepemilikan gadget untuk seseorang. Ibarat kata hanya mempunyai uang 1 juta tetap bisa memiliki gawai impian dengan harga fantastis, namun dikhususkan bagi yang mempunyai pekerjaan tetap saja. Lalu adakah kerugiannya? Tentu Ada kawan.

Beberapa Kerugian Membeli Gadget dengan Cara Kredit untuk Masyarakat

Sebenarnya sudah banyak yang tahu tentang mendapatkan kerugian jika membeli sebuah gawai dengan cara kredit. Namun terkadang mereka tetap mengabaikannya alasannya karena memang sangat membutuhkannya, lagi-lagi memuaskan nafsu keinginannya dan berikut akan dijelaskan sedikit tentang beberapa kerugiannya.

1. Harga Penjualannya Akan Jatuh setelah Muncul Seri Baru

Source : inet.detik.com
Source : inet.detik.com

Jika membicarakan tentang gadget memang tidak pernah ada habisnya, bahkan setiap bulan akan lahir seri-seri terbaru. Hal tersebut sudah bukan rahasia lagi mengingat saat ini teknologi semakin maju dan digunakan untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya, wajar jika pengembang teknologinya terus berkreasi.

Hal tersebut pada akhirnya membuat sebagian masyarakat berkeinginan untuk mengganti ponselnya padahal masih berfungsi dengan baik, pada akhirnya menghalalkan kredit. Memang tidak merasakannya, namun jika Anda hitung kembali kerugian yang didapat hampir 80% dari harga penjualan karena bunganya sangat tinggi.

2. Bukan Membayar Beli Gadget tetapi Pembayaran Bunga Setiap Bulannya

Source : techno.okezone.com
Source : techno.okezone.com

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahwa bunga dari pengajuan kredit pembelian elektronik lebih tinggi daripada hutan peminjaman uang di bank. Hal tersebut karena biasanya setiap perusahaan penyedia layanan pinjaman terkait tidak meminta agunan sehingga nasabahnya harus bisa menerima bunga yang lumayan banyak.

Tentunya poin tersebut pada akhirnya membuat Anda buka membayar untuk membeli gadget tetapi pembayaran bunga setiap bulan. Bahkan jika diakumulasikan setelah lunas, harga gawai tersebut akan lebih mahal dari awalnya. Misalkan seharga 10 juta rupiah, ketika pelunasan bisa mencapai 12 juta. Lalu ketikaa menjualnya turun drastis hingga 30%.

3. Biasanya Bunganya Lebih Besar daripada Pinjaman Beragunan

Source : suara.com
Source : suara.com

Tidak ubahnya dengan pinjaman online yang saat ini sedang banyak diandalkan oleh masyarakat, perusahaan bergerak dibidang pinjaman tanpa agunan tak akan mau rugi. Oleh sebab itu mereka menaikkan bunga per bulan dari harga pokok cicilannya sehingga jatuhnya lebih mahal daripada harga aslinya jika nanti dijual kembali.

Wajar saja jika beberapa orang akan membelinya dengan cara cash karena kerugian yang didapatkan tidak lebih banyak daripada pembelian secara kredit. Biasanya membeli produk dengan cara tersebut hanya meninggal agunan KTP, KK, dan identitas lainnya dengan tenor paling lama 2 tahun atau 24 bulan bunganya mencapai 3% setiap angsurannya.

4. Spesifikasi dan Harga Berbanding Jauh sehingga Jatuhnya tidak Sepadan

Source : kumparan.com
Source : kumparan.com

Mungkin merek tertentu masih memegang peran harga awet untuk barang-barang eletroniknya. Namun tidak semuanya mempunyai predikat tersebut sehingga spesifikasi dan harganya akan berbanding terbalik. Mengingat pembeliannya secara kredit.

Hal tersebut membuat spesifikasi dan harganya akan berbanding jauh sehingga pada akhirnya tidak sepadan. Mungkin jika membelinya dengan cash atau tunai masih bisa dibilang worth it mengingat jatuhnya harga terkadang mendapat diskon hingga bonus lainnya sehingga saat menjualnya kembali tak akan merasakan kerugian terkait spesifikasi gaharnya.

5. Akan Ada Rasa Ingin Memenuhi Keinginan Terus Menerus

Source : jatimnet.com
Source : jatimnet.com

Dengan mengandalkan kredit tentunya kerugiannya akan dirasakan oleh diri sendiri karena akan mempunyai rasa ingin memenuhi keinginannya secara terus menerus. Meskipun tidak mampu, kebanyakan dari mereka akan memampukan dirinya mengingat adanya cara mudah yaitu melalui cicilan per bulan meskipun sebenarnya sulit membayarkan.

Pemaksaan itulah yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri mengingat seri gadget terbaru akan muncul terus menerus tanpa ada hentinya. Hal itu karena keberadaannya mengikuti cara teknologi dalam berkembang maju, yaitu secara terus menerus karena ingin mengubah dunia menjadi kemudahan bagi setiap masyarakat yang menikmatinya.

Dengan melihat beberapa kerugian di atas, sudah sewajarnya jika Anda merenungkan kembali jika akan mengajukan pinjaman hanya terkait untuk pembelian gawai. Menuruti keinginan tersebut tidak pernah ada habisnya karena kemajuan teknologi juga terjadi secara terus menerus sehingga keberadaan gadget otomatis mengikutinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik