Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Keberadaan Kemajuan Financial Technology dari Paylater, Apakah Dampaknya?

Saat ini Marketplace memang sedang gencar-gencarnya menawarkan fasilitas pembayaran dengan menggunakan pay later atau membeli dahulu lalu bayarnya belakangan setelah gajian. Memang benar hal tersebut memudahkan masyarakat dalam memiliki sebuah barang, namun ternyata ada dampak tidak baik menggunakannya.

Beberapa Dampak Negatif dari Penggunaan Pay Later untuk Membeli Sebuah Barang

Tidak semua mengalaminya tetapi saat ini setiap orang tentunya sudah pernah merasakan atau bahkan menggunakan secara rutin pembayaran pay later. Tak bisa dipungkiri dengan memanfaatkan kemudahan darinya, Anda jadi bisa membeli barang impian tanpa harus menunggu gajian. Sayangnya penggunaan fasilitas tersebut memiliki dampak sebagai berikut.

1. Terbentuknya Perilaku Konsumtif yang Berlebihan pada Seseorang

Source : tirto.id
Source : tirto.id

Dengan keberadaan pay later memang sangat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan apapun, baik primer atau sekunder. Namun pada akhirnya kebiasaan menggunakan akan berdampak terbentuknya perilaku konsumtif yang berlebihan. Hal tersebut tentu saja terlihat bagaimana saat ini banyak sekali pengguna mengeluhkan tagihan bengkak.

Hal ini terjadi karena mereka cenderung akan mengandalkan pay later untuk memenuhi setiap keinginannya, tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya tagihan lainnya juga mengantri. Kemudahan pay later lalu membuat kebiasaan berbelanja semakin menggila dan terbentuklah perilaku tersebut yang tentunya juga akan merugikan diri sendir.

2. Terganggunya Pengaturan Keuangan Setiap Bulan

Source : inet.detik.com
Source : inet.detik.com

Tagihan pay later sendiri tidak bisa ditentukan setiap bulan jumlahnya berapa, karena akan ditentukan berdasarkan pada harga barang-barang yang sudah Anda beli di bulan sebelumnya. Oleh sebab itulah dampak kedua ini tentu saja terganggunya pengaturan keuangan, bahkan jumlahnya bisa melebihi tagihan lainnya.

Kemungkinan tersebut pasti terjadi, oleh sebab itu sebaiknya jika memiliki banyak tanggung jawab tagihan, sebaiknya tidak menambahkan pay later karena akan menjadi beban. Selain itu pengaturan keuangan yang sudah diatur sedemikian rupa terancam berantakan mengingat tagihannya tak bisa dipastikan jumlah angkanya.

3. Timbulnya Resiko Terjadi Biaya-biaya yang Tidak Disadari

Source : alinea.id
Source : alinea.id

Mungkin ketika Anda menggunakan pembayaran pay later tidak akan merasakan apapun karena belum diharuskan membayar. Namun pada awal bulan dengan tagihan tercatat, kemungkinan timbulnya resiko adanya biaya-biaya tidak disadari tinggi terjadi. Hal tersebut disebabkan karena saat menggunakannya masyarakat kurang sadar rinciannya.

Permainan licik pay later sebenarnya dari situ, terlebih jika Anda membayarkan tagihannya terlambat, denda yang dikenakan kemungkinan bisa bertambah setiap bulannya. Oleh sebab itulah juga saat ini banyak sekali keluhan terkait tagihan pay later naik drastis, salah satu penyebabnya adalah ketidaksadaran akan baiya-biaya tersembunyi tersebut.

4. Menghasilkan Generasi Gila Belanja di Masa Mendatang

Source : economy.okezone.com
Source : economy.okezone.com

Saat ini pay later sudah bukan menjadi hal asing, bahkan beberapa pemuda sudah sering menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Poin tersebut menjadi alasan mengapa dampak negatif dari fintech ini menghasilkan generasi gila belanja, mereka tidak memikirkan biaya darurat atau menabung untuk masa depan.

Perilaku konsumtif atau gila belanja ini sebenarnya tidak baik, bahkan di agama pun dilarang keras. Selain itu kebanyakan penggunanya menggunakan pay later guna memenuhi kebutuhan sekunder keinginannya saja. Dari sini lah pada akhirnya fasilitas fintech tersebut memberikan dampak melahirkan generasi tersebut.

5. Ketergantungan pada Fasilitas tersebut untuk Kebutuhan Lifestyle

Source : kumparan.com
Source : kumparan.com

Dampak kelima tentu saja masyarakat menjadi ketergantungan pada fasilitas pay later tersebut untuk memenuhi kebutuhan lifestyle. Ketika belum waktunya menerima gaji dan menginginkan sesuatu pada akhirnya menggunakannya, hal ini bahkan tidak terjadi satu dua kali saja tetapi berkali-kali dan menjadi bukti dari adanya bergantung padanya.

Pada akhirnya ketika gajian tiba, pendapatannya habis karena ternyata hanya untuk membayar tagihan pay later tersebut. Miris, tetapi saat ini memang seperti itu kejadiannya sehingga seperti sudah menjadi kebiasaan membuat generasi lainnya mengikuti jejak tersebut. Hal ini sudah menjadi bukti bahwa pemuda mendatang akan menerapkan hal sama.

6. Mengajarkan Masyarakat Menjadi Generasi Konsumtif

Source : liputan6.com
Source : liputan6.com

Tanpa disadari dengan adanya pay later, mengajarkan masyarakat untuk menjadi generasi konsumtif. Dampaknya tersebut akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya menggunakan kemudahan fintech tanpa memikirkan lagi resiko kedepannya. Pada akhirnya banyak pengguna tidak bisa membayarnya.

Dengan melihat dampak negatif dari pay later yang merupakan salah satu kemudahan dari financial technology tersebut, diharapkan bisa membuka mata masyarakat agar membatasi penggunaanya. Tidak ada larangan menggunakannya, hanya saja harus dibatasi karena memang membahayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik