Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pemanfaatan Ruang Digital : Membayar Parkir Menggunakan Metode E-Money, Apa Kekurangannya?

Di era globalisasi seperti sekarang ini ternyata sudah banyak sekali arena parkir umum menggunakan metode pembayaran cashless. Dikenal dengan e-money atau electronic money dianggap lebih praktis karena tidak perlu menggunakan SDM untuk menunggu stand-stand pada pintu keluar parkiran. Cara ini sudah digunakan di mall-mall di tengah kota besar. Namun menimbulkan pertanyaan apakah kekurangannya?

Beberapa Kekurangan Pemanfaatan Ruang Digital Membayar Parkir Menggunakan E-Money

Tidak ada yang salah dengan metode tersebut, hanya saja pasti selalu ada kekurangan mengingat ruang digital sendiri selalu hadir di tengah masyarakat dengan kelebihan dan kekurangan. Mungkin memang benar pengunjung tak perlu lagi keluar uang cash membayarkan parkirnya, namun hal tersebut ternyata masih menimbulkan banyak kontra. Berikut beberapa kekurangannya.

1. Rentan Terjadi Eror Data pada Sistem Komputerisasinya

Source : wartabangka.id
Source : wartabangka.id

Sistem komputerisasi selain tidak bisa ditebak, rentan sekali mengalami eror di tengah penggunaannya. Oleh sebab itulah kekurangan pertama dari metode pembayaran parkir menggunakan e-money adalah rentang terjadi eror data mengingat sistemnya juga menggunakan komputerisasi. Pengalaman pribadi penulis, pintu otomatisnya tidak bisa terbuka.

Hal tersebut terjadi juga karena adanya sistem yang mengalami eror sehingga pintu otomatisnya tidak bisa terbuka sempurna, padahal sudah melakukan proses pembayaran cashless. Hal-hal seperti inilah menjadi kekurangan ketika menggunakan sistem otomatis termasuk pembayaran melalui e-money kartu elektronik.

2. Pengguna akan Kesulitan ketika Kehabisan Saldo di dalam E-Money

Source : solopos.com
Source : solopos.com

Selain rentan terhadap terjadinya error data, menggunakan sistem pembayaran cashless e-money juga merepotkan pengguna ketika lupa mengisi saldo e-money. Sedangkan fitur HPnya tidak ada NFC, dimana bisa melakukan pengisian hanya dengan menempelkan kartu di belakang HP lalu terkoneksikan pada mbanking.

Mungkin memang disediakan tombol bantuan, namun kembali lagi ketika tombol tersebut mengalami kerusakan tentunya menjadi permasalahan saat pendatang kehabisan saldonya. Selain itu, parkir basement membuat HP kehilangan sinyalnya sehingga ada fitur NFC pun tetap saja useless. Hal tersebut menjadi kekurangannya kedua.

3. Tidak Semua Masyarakat bisa Menggunakannya

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Meskipun Mall dan tempat-tempat yang sudah menerapkan e-money bisa dibilang biasanya pengunjungnya adalah mereka dengan perekonomian menengah ke atas, namun belum tentu semuanya bisa menggunakannya. Sebagian dari mereka masih proses belajar dalam penggunaan ruang digital sehingga kemungkinan masih belum bisa menggunakannya.

Dimaksud belum bisa disini, tidak mempunyai e-money atau bahkan sudah mempunyainya namun belum pernah menggunakannya. Jangan salah, bahkan mereka yang sudah tinggal di kota pun terkadang masih bingung memanfaatkan e-moneynya. Oleh sebab itu kekurangan selanjutnya tentu saja tidak semua masyarakat sudah bisa menggunakan.

4. Ada Beberapa Pendatang yang Tidak Mempunyai E-Money untuk Membayar

Source : antaranews.com
Source : antaranews.com

Tidak semua pendatang di dalam mall mempunyai kartu e-money atau sejenisnya yang digunakan sebagai alat pembayaran parkir. Hal tersebut karena memang mereka jarang pergi sehingga melewati jalan tol saja jarang, bisa dibilang kemungkinan kedatangannya dari desa ke kota sehingga belum paham benar penggunaan e-money tersebut.

Kebanyakan pengusaha di desa pemilik lahan sayur mayur, sawah dan lainnya memang kaya raya tetapi jarang pergi sehingga tidak mempunyai kartu e-money tersebut. Selain itu beberapa bahwa tidak mempunyai tabungan bank karena mereka masih menyimpan uangnya secara tunai di brankas atau sebagainya, kepemilikan e-money bukan prioritas bagi mereka.

5. Sulit untuk Bertanya Informasi pada Penjaga Parkir yang Bertugas

Source : ampar.id
Source : ampar.id

Seperti sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, bahwa terkadang sistem komputerisasi bisa saja terjadi kesalahan sehingga error. Begitu juga dengan tombol bantuan, sedangkan di sekitar pintu keluar pastinya tidak ada petugas yang sedang bertugas. Oleh sebab itu kesulitan berkomunikasi saat terjadi kesalahan menjadi kekurangan kelima.

Memang benar pihak perusahaan parkir menyediakan tombol bantuan, namu tidak jarang tombol tersebut rusak atau bahkan mengalami kesalahan sehingga tak bisa digunakan. Pada akhirnya penggunaan e-money agar memudahkan justru cenderung mempersulit.

6. Kesulitan Sinyal atau Hilang saat Berada di Basement

Source : aboutcirebon.id
Source : aboutcirebon.id

Parkir yang berada di basement memang seringkali sulit menjangkau sinyal bahkan terkadang hilang. Di saat pengunjung akan mengisi e-moneynya tentu saja tidak bisa sehingga harus dilakukan laporan tombol bantuan, pada akhirnya mengharuskan melakukan pembayaran secara tunai. Terdengar merepotkan.

Terlepas dari kekurangan di atas, memang benar jika pembayaran parkir dengan menggunakan e-money memudahkan pengunjung. Selain tidak perlu menggunakan uang cash, Anda hanya perlu menempelkannya seperti di gerbang tol. Efisien waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik