Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kecanduan Sosial Media? Berikut Penyebab dan Solusinya

Ada banyak orang yang kecanduan sosial media, terutama kaum milenial. Tentu saja keadaan seperti ini justru mengurangi produktivitas mereka dan memberikan dampak negatif lainnya. Lantas apa sebenarnya penyebab dan solusi akan hal ini?

Psikolog anak dan remaja bernama Vera Itabiliana memang membenarkan jika usia remaja dan dewasa muda lebih mudah mengalami kecanduan sosial media. Alasannya sosmed ini sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan pada umur mereka.

Media sosial ini memenuhi kriteria dalam memenuhi itu semua. Sosmed memungkinkan mereka untuk bisa eksplorasi diri dan menunjukkan kepribadiannya pada orang banyak. Pernyataan ini disampaikan oleh Vera ketika menjadi pembicara dalam acara dengan tema tantangan di era digital.

Remaja dan dewasa muda ini pun juga bisa melihat sosok dan figur lain yang dianggapnya menawan dan dapat menjadi panutan. Tidak jarang dari mereka justru mengetahui cita-citanya yang dulunya belum diketahui hanya karena menggunakan sosmed.

Banyak psikolog menyebutkan jika sosial media ini sangat klop dalam memenuhi kebutuhan perkembangan dari setiap individu di usia remaja ini. Apabila dikaji lebih dalam lagi, kaum milenial memang lebih dekat dengan kecanggihan teknologi daripada umur-umur lebih tua.

Disisi lain, karakteristik dari seorang perempuan yang memasuki usia sekitar 20 an adalah masa dimana mereka cenderung mengeksplorasi diri sendiri untuk menemukan jati diri. Waktu ini juga membuat kaum milenial memiliki perasaan seperti merasa sudah bukan anak-anak tapi belum dewasa.

Perasaan tersebut dikenal dengan sebutan in between dimana masa ini memang sangat membingungkan. Vera mengatakan bahwa di usia ini disebut sebagai umur possibilities. Dengan begitu kemungkinan apa saja bisa saja terjadi tergantung dengan apa yang sedang dipelajari oleh kaum muda.

Lantas bagaimana cara mengatasi agar tidak kecanduan sosial media ini? Pertama Ada harus menilai diri sendiri jika sudah merasa candu akan penggunaan sosmed secara terus menerus. Tentu mindset seperti ini akan menyadarkan bahwa kebiasaan ini hanya memberikan dampak negatif saja.

Selanjutnya jika merasa kecanduan dengan sosial media ini hanya untuk isi waktu luang saja, maka cari kegiatan bersifat offline yang lebih positif. Bagi kebanyakan orang, penggunaan sosmed memang terasa di luar kendali mereka dan merasa jika tidak sendirian saat terhubung dengan dunia sosmed.

Kini Anda bisa mulai untuk menonaktifkan akun sosial media yang dimiliki. Nyatanya hal ini merupakan cara paling efektif agar tidak sering membuka aplikasi sosmed lagi. Jangan hanya merenung akan hal ini namun buatlah pengembangan diri guna memutuskan kapan aktif kembali.

Anda harus terbiasa dengan kebiasaan login ketika semua pekerjaan memang sudah benar-benar selesai atau sedang beristirahat. Hindari meninggalkan tugas yang tertunda hanya untuk bermain sosial media lantaran hal ini bisa mengurangi produktivitas.

Anda bisa saja tertarik untuk membuka sosial media ketika sedang menerima sebuah pemberitahuan baru. Hal ini dapat disiasati dengan pengaturan notifikasi yang hanya muncul ketika aplikasi benar-benar dijalankan dan tidak akan tampil pada layar saat smartphone dalam keadaan mati.

Selanjutnya, hapuslah beberapa teman di sosial media yang biasanya hanya mengirim pesan yang kurang jelas. Hal ini hanya akan membuat lebih tertarik dalam membuka aplikasi sosmed dan tentu saja pekerjaan menjadi terbengkalai.

Anda juga harus terbiasa untuk tidak mengunggah semua kegiatan yang sedang dilakukan. Percayalah hal ini hanya akan membuat teman di sosial media merasa kurang nyaman akan banyaknya unggahan tersebut, bahkan menggunakan foto dan video tersebut pada hal-hal negatif.

Terakhir, cobalah bagaimana rasanya berinteraksi secara langsung dan face to face daripada berkomunikasi lewat jejaring sosial. Jangan asyik bermain media online seperti mengunggah foto makanan atau sekedar scroll postingan ketika sedang berkumpul bersama keluarga atau teman lain.

Nyatanya ada banyak alasan yang menjadikan seseorang bisa saja kecanduan dengan penggunaan sosial media. Salah satunya yakni kurang menariknya lingkungan sekitar sehingga harus mencari perhatian dari dunia online. Tentu hal ini justru kurang baik dan perlu diatasi melalui cara-cara di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik