Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Hal-hal yang akan Diubah oleh Elon Musk di Twitter setelah Mengakuisisinya Secara Penuh

Melansir dari inet.detik.com, Elon Musk yaitu CEO dari Tesla kembali membuat heboh dunia teknologi setelah mengakuisisi Twitter secara penuh dengan nilai mencapai USD 44 miliar. Dirinya mengumumkan akan merubah beberapa fitur dari Twitter, tujuannya adalah membuat media sosial jadul tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa Hal yang akan Diubah oleh Elon Musk di Twitter dan Dampaknya

Seperti diketahui penggunanya, Twitter memang tidak lebih dari media sosial yang digunakan untuk membagikan beberapa informasi secara link. Berbeda dengan medsos lainnya, sudah mengutamakan media daripada kata-kata, meskipun Twitter juga memiliki fiturnya dan Elon Musk akan merubah fitur-fitur terdahulunya berikut penjelasannya.

1. Memperbarui Sistem Tata Cara Moderasi Konten di dalam Twitter

Source : medcom.id
Source : medcom.id

Pada poin ini berkaitan tentang bagaimana pengguna Twitter dilinudngi dalam kebebasan berpendapat termasuk dalam memberikan rating. Intinya perubahan pada sistem moderasi tersebut akan mengaitkan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan di Twitter. Hal tersebutlah sebenarnya ingin dilakukan oleh Elon Musk pada medsos tersebut.

Namun sayangnya meskipun sudah mengakuisisi Twitter, Musk belum tentu bisa dalam mempengaruhi kebijakan dalam sistem tata cara moderasi tersebut. Twitter menyebutkan bahwa keputusan tersebut tidak ditentukan oleh dewan direksi atau pemegang saham karena mereka juga tak ada rencana merubah aturan yang saat ini berlaku.

2. Memerangi Sekaligus Mengurangi adanya Scam Kripto

Source : bbc.com
Source : bbc.com

Melansir dari inet.detik.com, Elon Musk ternyata pernah menjadi korban dari scam kripto, yaitu dimana seseorang mengaku sebagai Musk dengan menggunakan akun palsu di berbagai media sosial. Kemudian pelakunya tersebut meminta sejumlah sumbangan dalam bentuk uang kripto sehingga lebih menyakinkan peran palsunya.

Hal tersebut menyebabkan akun Musk masuk ke dalam salah satu akun yang diretas untuk menyebarkan scam bitcoin. Itulah alasan mengapa setelah mengakuisisi Twitter dirinya akan merubah sistem keamanannya. Selain melancarkan balas dendam, rencana perubahan poin kedua ini tentunya juga akan memberikan keuntungan bagi pengguna lainnya.

3. Menciptakan dan Merilis Fitur Tombol untuk Mengedit Kicauan atau Tweet

Source : mediaindonesia.com
Source : mediaindonesia.com

Fitur tombol edit pada kicauan atau tweet ini sebenarnya sudah menjadi permintaan para pengguna Twitter sejak lama tetapi belum direalisasi juga. Pada awal April lalu pun Elon Musk mengadakan polling mengenai hal tersebut dan hasilnya semua menjawab yes karena memang sudah masuk ke dalam daftar permintaan pengguna setia Twitter.

Dengan pengadaan polling tersebut ternyata memberikan lampu hijau bagi Twitter untuk segera mengeluarkan fitur baru tersebut. Elon Musk sendiri tidak secara langsung mengutarakan bahwa tombol edit penting, tetapi membuka pemilihan tersebut sudah membuktikan bahwa Musk ternyata menjawab permintaan pengguna Twitter.

4. Berusaha dalam Membuka Algoritma Twitter untuk Pengguna

Source : kompas.com
Source : kompas.com

Masih melansir dari inet.detik.com, pengguna media sosial tampak semakin sering mengeluarkan kalah algoritma yang dipakai medsos untuk mengontrol hidup mereka agar lebih lama menghabiskan waktu disana. Kebanyakan dari mereka ternyata lebih menyukai kicauan berdasarkan waktu. Namun tampaknya Twitter memaksa penggunanya.

Memaksa untuk melihat linimasa diurutkan berdasarkan algoritma mereka, meskipun pada akhirnya twitter memberikan kesempatan melihatnya secara kronologis. Nah karena hal tersebut Musk menyarankan algoritma Twitter terbuka atau open source dan lagi-lagi diutarakan olehnya melalui polling dengan hasil banyak setujunya.

5. Dampak Perubahan Tersebut Menguntungkan Pengguna Twitter

Source : engadget.com
Source : engadget.com

Meskipun pada perubahan pertama Musk sempat ditolak karena dinilai tidak berwenang dalam mengubah kebijakan, tetapi pada tiga poin lainnya sepertinya ada lampu hijau. Hal tersebut tentunya menguntungkan pengguna, karena seperti sudah dibahas bahwa dirinya menggunakan polling sehingga mengutamakan penilaian dari pengguna.

Apapun tambahan perubahan kedepannya, hal tersebut membuktikan bahwa pada akhirnya Elon Musk akan melakukan perubahannya didasarkan keinginan pengguna Twitter. Oleh sebab itu dampaknya tentu saja menguntungkan pengguna setia media sosial tersebut. Termasuk salah satunya meningkatkan keamanan adanya scam kripto atau lainnya.

Elon Musk sebagai CEO Tesla membuktikan bahwa dirinya sudah akan memulai pergerakannya pada media sosial tersebut agar lebih baik dari sebelumnya. Sesuai dengan tujuannya awal ketika mengakuisisi Twitter, bukan tanpa alasan tetapi ternyata kebanyakan keputusannya ditentukan oleh keinginan penggunanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik