Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Bagaimana Cara Menghadapi Social Engineering? Modus Cyber Crimes Terbaru yang Meresahkan

Seperti sudah dibahas pada artikel sebelumnya tentang apa itu Social Engineering atau Soceng. Modus cyber crimes yang sangat meresahkan masyarakat, terutama bagi mereka tidak tahu benar mengenai teknologi sehingga mudah menjadi calon korbannya. Hal ini wajib diatasi dengan berbagai cara agar terhindar dari kejahatan bermodus baru tersebut.

Beberapa Cara Menghadapi Social Engineering yang Harus Diketahui

Dalam pembahasan kali ini sudah seharusnya masyarakat mengetahuinya sehingga tidak menjadi korban lainnya. Sebenarnya mudah saja, karena modus yang digunakan pelaku terlihat kurang meyakinkan bagi nasabah cerdas. Namun berbeda lagi jika pelaku menggunakan hipnotis atau bisa disebut gendam, nah berikut ini akan dijelaskan sedikit cara-cara menghadapinya.

1. Ingatlah Bahwa Pihak Bank tidak akan Pernah Menanyakan Data Pribadi di Luar Kantor

Source : nesabamedia.com
Source : nesabamedia.com

Cara menghadapi pertama adalah masyarakat harus selalu mengingat bahwa pihak bank tidak akan pernah menanyakan dsata pribadi di Luar Kantor Bank, baik pusat maupun pembantu. Bahkan seharusnya Anda tahu ketika membuka rekening baru saja pihak Customer Service tidak berani melihat ketika nasabah diminta membuat PIN. Hal tersebut sepele tetapi harus diperhatikan.

Pihak OJK pun menghimbau bahwa petugas bank tidak menanyakan informasi pribadi seperti PIN, User Name, Kode OTP dan lain-lain. Oleh sebab itu jika Anda menemukan oknum mengaku petugas dan menanyakan data-data pribadi untuk keperluan tidak jelas jangan diberikan. Sudah seharusnya sebagai nasabah cerdas tak akan sembarangan memberikan informasi tersebut.

2. Pastikan Lagi Kepada Pihak Bank jika Mendapat Informasi Mencurigakan

Source : journal.unnes.ac.id
Source : journal.unnes.ac.id

Tidak jarang modus soceng memberikan sejumlah informasi mencurigakan yang pada akhirnya meminta data pribadi pada nasabahnya. Jika memang Anda mendapatkan hal serupa, usahakan untuk memastikannya lagi pada pihak bank. Bisa melalui teman yang bekerja di perusahaan tersebut atau melalui call center-nya agar tidak terjebak.

Namun pada dasarnya apapun informasinya, baik penting ataupun hanya selingan promosi pihak bank tidak akan memberikannya langsung kepada satu-satu nasabahnya. Mereka akan membagikannya secara menyeluruh melalui media sosial atau akun resmi lainnya. Oleh sebab itu jika mendapatkannya dari akun mencurigakan sebaiknya jangan ditanggapi.

3. Layanan Pelanggan hanya Bisa diproses Secara Langsung tanpa Menanyakan PIN

Source : thesslstore.com
Source : thesslstore.com

Modus soceng salah satunya adalah mengincar korban yang mengalami kendala dalam perbankannya. Disitulah nanti pelaku akan menanyakan segala informasi pribadi menyangkut calon korbannya, melalui pengisian form dari link website. Perlu diingat lagi, bahwa pelayanan pelanggan atau nasabah hanya akan dilayani secara langsung di kantor bank pembantu atau pusat.

Jikapun melalui online, hanya memungkinkan menggunakan call center saja. Oleh karena itu jika Anda mendapatk tanggapan melalui email, media sosial dan mengharuskan membuka link website jangan mempercayainya. Lebih baik tunggu dulu keesokan harinya untuk mengurus secara langsung. Melalui call center, petugas tidak akan menanyakan PIN sehingga patut dicurigai jika menanyakannya.

4. Jangan Sembarangan Membuka Link yang Diberikan oleh Pihak Kurang Dikenal

Source : social-engineer.com
Source : social-engineer.com

Sudah sedikit disinggung pada poin sebelumnya, bahwa pihak bank tidak akan pernah memberikan sembarang link ke nasabahnya dalam pengisian form atau lainnya di luar kantor bank. Oleh sebab itu jika Anda merasa mendapatkannya jangan membuka link tersebut dengan iming-iming apapun. Abaikan saja, karena penipuan modus tersebut salah satu dari social engineering.

Jika memang bank resmi yang memberikan link, biasanya mereka akan memberikannya ketika nasabah masih berada dijangkauan kantor bank untuk mengurus sesuatu. Oleh sebab itulah saat Anda keluar dari sana, otomatis link lainnya bukan merupakan resmi dari pihak perbankan.

5. Pastikan Semua Informasi yang Didapatkan Melalui Layanan 24 Jam Call Center

Source : digitalxraid.com
Source : digitalxraid.com

Cara kelima adalah pastikan semua informasi yang Anda dapatkan melalui layanan 24 jam call center bank masing-masing sehingga akurat dan aman. Jika memang masih ragu, lebih baik datang langsung saja ke kantor cabang terdekat tanyakan tentang informasi terkait yang didapatkan.

6. Jangan Mudah Tergiur dengan Tawaran tanpa Konfirmasi pada Bank secara Langsung

Source : forcepoint.com
Source : forcepoint.com

Apapun tawaran yang mereka berikan, usahakan jangan mudah tergiur. Baik mengaku dari pihak bank atau lainnya, modus soceng sendiri memang salah satunya adalah dengan memberikan penawaran khusus sehingga membuat calon korbannya merasa tergiur.

Perlu diingat lagi, bahwa sebenarnya kunci agar tidak terjebak adalah jangan mudah percaya pada apapun yang kurang meyakinkan. Terlebih melalui dunia maya, berhati-hati dan waspada menjadi pedoman kuat dalam menghindarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik