Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Melihat Kejahatannya, Apakah Social Engineering bisa diberantas?

Seperti sudah dibuka sebelumnya tentang bagaimana saat ini modus penipuan social engineering ternyata sedang mengancam para nasabah bank konvensional. Hal tersebut karena memang pelakunya menggunakan modus penipuan sebagai pegawai bank memberikan pemberitahuan terkait perubahan biaya transaksi dan memberikan formulir untuk diisikan oleh korban. Incarannya adalah pin serta data penting lainnya.

Beberapa Alasan Social Engineering akan Sulit Diberantas

Jika melihat modus kejahatannya akan sulit menemukan pelakunya, meskipun saat ini polisi sudah berhasil menangkap 3 pelaku dengan modus sama persis. Menanyakan tentang pemberantasan sepertinya kurang bisa dilakukan mengingat tidak hanya satu modusnya, oleh sebab itu berikut akan dijelaskan alasannya karena meskipun tidak bisa diberantas namun bisa menghindarinya.

1. Menjadi Salah Satu Resiko Kemajuan Teknologi semakin Pesat

Source : loginradius.com
Source : loginradius.com

Social engineering sendiri adalah salah satu dari cyber crime yang termasuk ke dalam resiko adanya kemajuan teknologi semakin pesat. Jika menanyakan tentang pemberantasan, tentunya tidak akan bisa melakukannya mengingat hak tersebut sudah menjadi bagian dari era digitalisasi seperti sekarang ini sehingga bisa dibilang tanpa adanya tidak sempurna.

Bukan berarti pihak berwajib tidak berusaha dalam memeranginya, justru setiap hari bahkan sekarang persatuan kepolisian dibagi secara khusus menangani kejahatan siber. Namun bisa terlihat bagaimanapun merek berusaha, kejahatan tersebut justru semakin merajalela. Oleh sebab itu jika berbicara memberantas sepertinya masih belum bisa.

2. Cyber Crime yang Sulit Dilacak harus Dipancing Terlebih Dahulu

Source : infokomputer.grid.id
Source : infokomputer.grid.id

Berbeda dengan kejahatan pada umumnya yang mudah melakukan pelacakan oleh anggota kepolisian, untuk cyber crime sendiri sulit melakukanya harus menggunakan pancingan terlebih dahulu. Sedangkan caranya lebih rumit daripada melacak kejahatan biasa, oleh sebab itulah untuk memberantasnya kemungkinan akan sulit.

Hal ini bukan salah siapapun, justru memang ruang digitalisme membuktikan dirinya sulit diselami bahkan untuk kejahatan didalamnya juga akan sulit dilacak. Tidak hanya terjadi di Indonesia, kejahatan siber tersebut juga menyerah seluruh wilayah dunia. Bahkan mungkin di luar negeri lebih mengeringan modusnya.

3. Bisa Menghindarinya tetapi tak akan Bisa Memberantas

Source : glints.com
Source : glints.com

Tenang saja, meskipun tidak bisa memberantasnya setidaknya Anda bisa menghindarinya. Caranya sebenarnya sudah dibahas pada pembahasan sebelumnya, namun disini akan disingkat lagi. Dimana jika melihat lagi modusnya, sebaiknya jangan mudah memberikan informasi pribadi terutama berkaitan dengan perbankan.

Biasanya pelaku akan memberikan formulir atau meminta nomor rekening bahkan pin dan informasi lainnya, jangan diberikan. Perlu diingat lagi bahwa pihak bank tidak pernah sama sekali menanyakan tentang info-info pribadi bersifat personal di luar kantor. Jika di kantor pun akan berkaitan dengan pengurusan komplain konsumen.

4. Pelaku Menyerang Nasabah dengan Ilmu tentang Teknologi Kurang

Source : cheapsslsecurity.com
Source : cheapsslsecurity.com

Bagi beberapa pengguna dengan ilmu teknologi yang kurang menjadi incaran empuk para pelaku cyber crime khususnya social engineering. Saat ini banyak sekali pengguna ruang digital tetapi tidak semuanya bisa berpikir kritis tentang segala hal di dalamnya. Oleh sebab itulah kejahatan siber masih bisa terus memakan korban.

Untuk membantu memberantasnya, jika Anda menemukan anggota keluarga yang demikian sebaiknya bagikan informasi penting tersebut. Terutama bagi mereka para lansia, kedua orangtua, nenek dan kakek dan sebagainya karena tidak hanya mereka yang tidak bisa menggunakannya.

5. Pelaku Menggunakan Cara Memanipulasi Psikologi

Source : jenius.com
Source : jenius.com

Alasan selanjutnya mengapa sulit diberantas adalah dimana pelaku menggunakan cara memanipulasi psikologi seseorang. Oleh sebab itulah untuk memberantasnya sedikit sulit, terkadang pelakuanya lebih pandai menghindar atau bahkan mengelak melakukannya karena memang minim bukti sehingga akan sulit memberantasnya.

Namun tidak semua pelaku demikian sehingga sampai saat ini polisi juga sudah menangkap beberapa pelakunya yang diyakini memang sebagai salah satu dalang social engineering serta cyber crime lain. Oleh sebab itulah untuk memberantas tidak akan semudah itu, bahkan kejahatan umum saja masih belum bisa diberantas tuntas.

6. Perlahan tidak Perlu Langsung hilang Setidaknya Pelaku Berkurang

Source : hornetsecurity.com
Source : hornetsecurity.com

Tidak perlu dilakukan pergerakan menyeluruh karena justru akan menambah lagi dan lagi pelakunya. Perlahan namun pasti, dimana setidaknya pelaku berkurang meskipun belum bisa memberantasnya. Oleh sebab itu pihak berwajib juga berusaha semaksimal mungkin dalam memeranginya dengan memburu atau melacak pelaku lebih banyak.

Saat ini yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah selalu waspada dan selalu diingat bahwa pihak bank tidak akan pernah menanyakan atau bahkan meminta informasi penting pribadi. Jika menemukannya sebaiknya langsung laporkan saja pada pihak bank dan berwajib jika perlu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik