Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Di Tengah Inflasi, Apakah Masyarakat Masih Bisa Setuju dengan Dominasi Kemajuan Teknologi?

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa saat ini Indonesia dan dunia sedang mengalami inflasi parah. Hal tersebut tentunya juga berdampak pada ruang digital, salah satunya perubahan pendapat positif terkait kemajuan teknologi nantinya akan mendominasi dunia. Mengapa demikian? Oleh sebab itu mari membahasnya bersama, mengingat tidak ada yang bisa menghalanginya.

Beberapa Alasan Masyarakat akan Merubah Pendapat Positif pada Kemajuan Teknologi

Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi pada akhirnya akan menguasai dunia, namun di tengah inflasi seperti sekarang ini masyarakat sedang dirundung perasaan khawatir. Dimana semua harga naik tetapi terancam banyaknya kejahatan melalui teknologi canggih dunia maya, sedangkan seringkali digunakan. Oleh sebab itulah bisa merubah pendapat positif dan berikut alasan lainnya.

1. Masyarakat akan Merasa diperas karena Masih Banyak Cyber Crime

Source : jobsdb.com
Source : jobsdb.com

Saat ini dengan masih banyaknya cyber crime atau kejahatan siber yang memang masih mengintai pengguna dunia maya. Sedangkan keberadaannya menjadi salah satu dampak kemajuan teknologi, sehingga dengan kemajuannya tersebut mengakibatkan masyarakat merasa diperas. Mengingat kejahatan siber modusnya mengambil uang korban melalui dunia maya.

Oleh sebab itu, disamping adanya inflasi yang mengharuskan masyarakat mengeluarkan uang lebih banyak ditambah ancaman dampak kemajuan teknologi berupa kejahatan siber. Pada akhirnya banyak masyarakat sebagai pengguna aktif dunia maya merasa diperas meskipun mereka bukan korban nyata, tetapi kemungkinan calon karena ancamannya masih ada.

2. Munculnya Tekanan Masyarakat harus Mengikuti Perkembangan Teknologi

Source : digination.id
Source : digination.id

Dengan adanya kemajuan teknologi, memang masyarakat diharuskan mengikuti perkembangannya. Terkadang dituntut untuk upgrade gadget agar bisa menggunakan aplikasi-aplikasi terbaru dan hanya bisa digunakan pada tipe-tipe gawai terbaru. Hal tersebut pada akhirnya memaksa masyarakatnya yang aktif menggunakan harus memperbarui gawainya.

Sedangkan keharusan mengganti gadget atau barang elektronik lainnya agar bisa menyesuaikan kemajuan teknologi di tengah inflasi yang sudah cukup menekan, dianggap menambah tekanan. Oleh sebab itulah alasan sleanjutnya ini munculnya tekanannya tersebut sehingga pada akhirnya yang merubah pendapat positif mereka tentang kemajuan teknologi.

3. Berhubungan dengan Pemblokiran Kominfo yang Tidak Memikirkan Inflasi

Source : viva.co.id
Source : viva.co.id

Belum lama ini media sosial memang sedang diributkan dengan permasalahan pemblokiran PSE yang dilakukan oleh Kominfo. Cukup menggemparkan dan dipermasalahkan serta ditentang oleh beberapa pengguna aktifnya. Hal tersebut pada akhirnya dihubungkan terkait peristiwa inflasi di Indonesia, dimana pemerintah lebih mementingkannya daripada inflasi.

Meskipun inflasi adalah tugas kementerian perekonomian, namun yang disayangkan masyarakat adalah Kominfo sebagai salah satu wakil rakyat bisa memikirkan pemblokiran tetapi abai terhadap kesulitan rakyatnya di tengah Inflasi. Sedangkan kemajuan teknologi semakin mengancam penggunanya dimana kenaikan harga masih menjadi isu “mematikan” saat ini.

4. Kemajuan Teknologi dianggap Tidak Banyak Membantu

Source : pikiran-rakyat.com
Source : pikiran-rakyat.com

Pada pembahasan sebelumnya memang sempat dibahas tentang peran ruang digital terhadap inflasi. Sedangkan ruangan digital tersebut merupakan salah satu dampak dari kemajuan teknologi. Namun meskipun sudah berperan cukup banyak, masyarakat menganggap kemajuannya tersebut tidak banyak membantu.

Mereka menganggap justru kemajuan teknologi tersebut mempersulit dengan masih banyaknya kejahatan siber dan keharusan mengikuti perkembangannya di tengah adanya bencana inflasi. Tingkat naiknya angka inflasi memang cukup tinggi sehingga wajar saja jika masyarakat merasa sangat terbebani sehingga merasa semua hal salah.

5. Membantu dalam Menampung Aspirasi tetapi Tidak ada Solusi

Source : kronologi.id
Source : kronologi.id

Selain dianggap tidak banyak membantu, mungkin memang benar kemajuan teknologi berperan sebagai tempat menampung aspirasi. Namun ternyata masyarakat tetap membutuhkan solusi di tengah inflasi, sedangkan aspirasinya tersebut harus pemerintah yang menjawab dan teknologi canggih hanya bertugas menyediakan tempat menampungnya.

Oleh sebab itu jika menanyakan tentang solusi terkait aspirasi di tengah inflasi, tentunya tidak akan pernah mendapat solusi sebelum pemerintah sendiri yang akan mengumumkannya melalui media pers digital. Namun ternyata masyarakat kurang bisa memahami mengingat sedang merasa terbebani saat ini.

6. Timbulnya Perasaan Trust Issue pada Diri Sendiri dan Pemahamannya

Source : adv.kompas.id
Source : adv.kompas.id

Masyarakat yang masih belum mampu mengikuti perkembangan teknologi akhirnya memandang rendah dirinya dengan adanya inflasi. Dengan memandang rendah dirinya tetap tidak bisa berkembang maju, sedangkan inflasi sudah mengancam kebutuhan mereka mengingat belum sempat memperbaiki diri melalui pemahaman perkembangan teknologi.

Terlepas dari keenam alasan di atas, kemajuan teknologi memang tidak bisa dikatakan sebagai penyedia solusi inflasi saat ini. Hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan terkait dan melalui dunia maya menyediakan tempat menyebarkannya pada masyarakat pengguna aktifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik